Bahlil Sebut Impor Minyak Rusia Tahap Pertama Rampung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi impor minyak dari Rusia tahap pertama sudah rampung. Impor dilakukan secara government-to-government (G-to-G) dengan menugaskan Lemigas sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian ESDM. Tujuan impor adalah menjaga cadangan energi nasional agar tidak kekurangan di tengah fluktuasi harga minyak global.
Indonesia akan mengimpor total 150 juta barel minyak dari Rusia, hasil kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan minyak tersebut tidak langsung diolah menjadi BBM, melainkan akan menjadi cadangan penyangga energi nasional.
Yuliot belum dapat memastikan informasi masuknya minyak Rusia di Pelabuhan Balikpapan. Ia akan mengecek asal dan volume minyak tersebut karena pasokan dalam negeri diterima dalam bentuk campuran (blending) dari berbagai pemasok.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 15.50
Pangkas Impor, ESDM Rancang Standarisasi Produksi Alat Bor-Rig Migas
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 20.14
Prabowo Bakal Resmikan 1.400 Titik Listrik Desa Sebelum 14 Agustus 2026
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 20.11
Bahlil Garansi Dana B50 Aman meski Harga Minyak US$90 per Barel
Berita terkait
Siasat ESDM Tekan Impor Minyak Mulai 2027
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 14.50
Bahlil Ibaratkan Kondisi Geopolitik Dunia Kini Bak Malaria
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.05
Daftar 10 Negara Eropa Pengimpor Minyak Terbesar
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 21.00
Tagihan Impor Minyak Jepang Cetak Rekor, Meledak Tembus Rp1.338 Triliun
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 09.56