Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) diproyeksikan hampir selesai melakukan kebijakan pengetatan moneter melalui kenaikan suku bunga. Menurut Chief Asia Economist HSBC, Frederic Neumann, BI telah mengambil langkah agresif sejak awal tahun untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Ia memperkirakan hanya akan ada satu kali kenaikan suku bunga acuan atau BI rate lagi menjelang akhir tahun ini, sebelum siklus pengetatan berakhir. Frederic menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut telah berhasil menstabilkan nilai tukar dan menarik kembali arus modal asing ke pasar keuangan domestik. Ke depan, pergerakan rupiah diproyeksikan akan berada dalam kisaran yang relatif sempit. Jika diperlukan penyesuaian kebijakan di luar kenaikan suku bunga, BI kemungkinan akan menggunakan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menyerap likuiditas secara berkala. Frederic menegaskan bahwa pengetatan moneter tidak menghambat pertumbuhan ekonomi, terbuktinya akselerasi penyaluran kredit perbankan, khususnya untuk investasi dan modal kerja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 21.40
Destry Blak-blakan Alasan BI Tahan Bunga 5,75%
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 19.12
Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Tergerus 0,1% Tiap Suku Bunga Naik 25 Bps
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.49
Dolar AS Nyaris Rp18.000, BI Pakai Jurus Ini Selamatkan Rupiah!
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.28
DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini
Berita terkait
Alasan Bank Indonesia Tak Naikkan Bunga Acuan
Detik.com · 29 September 2026 pukul 06.30
BI Tak Mau Asal Naikkan Suku Bunga, Ekonomi Bisa Terpangkas 0,1%
Detik.com · 28 September 2026 pukul 15.08
Ketidakpastian tinggi, BI terus hadir di pasar untuk jaga rupiah
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 13.54
Calon Gubernur BI Ungkap Kontribusi Bank Indonesia terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 15.00