Dolar AS Nyaris Rp18.000, BI Pakai Jurus Ini Selamatkan Rupiah!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan pentingnya sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga nilai tukar rupiah yang menjadi sanggup mendekati Rp18.000 per dolar AS. BI mengurangi intervensi di pasar spot dari 100% menjadi hanya 30% dari total intervensi, beralih ke pasar DNDF dan NDF yang lebih efektif dan mengurangi pencemaran cadangan devisa (cadev). Intervensi di pasar spot kemarin dominan karena BI menjual dolar langsung, yang menggerus cadev. Destry menekankan bahwa stabilitas nilai tukar juga membutuhkan optimalisasi ekspor barang/jasa serta investasi, sehingga BI koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan KSSK dalam program penguatan ekspor dan investasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 September 2026 pukul 16.06
BI Kurangi 'Bakar' Devisa untuk Jaga Rupiah, Intervensi Spot Tinggal 30%
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50
Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah
Detik.com · 28 September 2026 pukul 15.08
BI Tak Mau Asal Naikkan Suku Bunga, Ekonomi Bisa Terpangkas 0,1%
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 13.30
BI Waspadai Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Tekanan Capital Outflow
Berita terkait
DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.28
Ketidakpastian tinggi, BI terus hadir di pasar untuk jaga rupiah
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 13.54
Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.40
Nilai Tukar Rupiah Kian Menguat, Bos BI: Ke Depan Terus Stabil!
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.15