BI Rate 5,75 Persen, Ekonom: Pilihan Paling Tepat untuk Kondisi Saat Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate di 5,75 persen pada Rabu (19/8) untuk memberi ruang agar dampak kenaikan sebesar 100 basis poin pada Mei dan Juni dapat terserap pasar. Keputusan ini didasari oleh ketidakpastian global dan kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil. Inflasi Juli sebesar 2,88 persen masih berada dalam sasaran, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal II mencapai 5,29 persen. Yusuf Rendy Manilet dari CORE Indonesia menilai belum ada kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga, namun juga belum cukup alasan untuk memangkasnya. Ia menekankan bahwa kenaikan suku bunga berlebihan dapat menekan kredit, investasi, dan daya beli, sementara pemangkasan terlalu cepat berisiko menekan rupiah. Oleh karena itu, menurutnya, mempertahankan BI Rate merupakan pilihan yang paling tepat untuk kondisi saat ini. BI masih memiliki instrumen lain seperti intervensi valas, SRBI, dan insentif likuiditas untuk menjaga stabilitas. Data inflasi Agustus dan September serta perkembangan geopolitik akan menjadi pertimbangan kebijakan selanjutnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 16.47
Bank Indonesia Tahan BI Rate 5,75 Persen demi Bendung Gejolak Global
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 14.31
BI umumkan BI-Rate tetap 5,75 persen pada RDG Agustus 2026
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.21
Breaking News! BI Rate Tetap 5,75% Agustus 2026
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.30
BI Proyeksi Ekonomi Global Hanya Tumbuh 3%, Tekanan Inflasi Masih Tinggi
Berita terkait
Membaca Deflasi, Menakar Respons BI
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 12.00
Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 08.08
Prospek Ekonomi Global Lemah, Pertumbuhan Diproyeksi hanya 3 Persen
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.48
Pengamat : BI Rate di Level 5,75% Bukan Kejutan bagi Pasar
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.45