Ditanya BI Rate Bakal Naik 3 Bulan Lagi, Destry: Kita Lihat Nanti
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) belum memberikan sinyal tegas mengenai kemungkinan kenaikan BI Rate dalam tiga bulan ke depan. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan keputusan akan ditentukan berdasarkan perkembangan kondisi ekonomi dan pasar. Dalam Rapat Dewan Gubernur pada 22-23 September 2026, BI memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75%, dengan Suku Kemudahan Deposito 4,75% dan Suku Kemudahan Pemberdayaan 6,5%.
Destry menjelaskan bahwa setiap keputusan suku bunga didasarkan pada asesmen menyeluruh, termasuk stress analysis terhadap dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi. Meskipun The Fed menaikkan suku bunganya 25 basis poin pada September 2026, BI tetap menahan suku bunga karena mengacu pada inflasi sebagai jangkar kebijakan. Inflasi umum berada di 3,19%, namun inflasi inti yang menjadi indikator utama tetap berada di sekitar 2%.
BI menilai tekanan inflasi masih berada dalam batas yang nyaman, sehingga belum merasa perlu menaikkan suku bunga. Selain itu, BI menekankan bahwa pengendalian inflasi pangan membutuhkan kolaborasi banyak pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan otoritas terkait lainnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50
Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.19
BI-Rate Ditahan di 5,75% Dinilai Tepat, Jaga Penyaluran Kredit hingga Rupiah
Detik.com · 28 September 2026 pukul 15.08
BI Tak Mau Asal Naikkan Suku Bunga, Ekonomi Bisa Terpangkas 0,1%
Detik.com · 28 September 2026 pukul 16.06
BI Kurangi 'Bakar' Devisa untuk Jaga Rupiah, Intervensi Spot Tinggal 30%
Berita terkait
Rupiah Menguat ke Rp17.679, Pasar Cermati Arah Kebijakan BI di Era Destry
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.38
Resmi Dilantik Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Usung Prinsip 3I Plus S
JawaPos · 2 September 2026 pukul 19.00
Destry: Stabilitas tetap prioritas BI di tengah ketidakpastian global
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 13.03
Destry Blak-blakan, Rupiah Tak Selalu Harus Diselamatkan Pakai BI Rate
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.00