Destry Bongkar Alasan BI Tahan Suku Bunga 5,75%: Inflasi Masih Jinak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 5,75% untuk September 2026. Gubernur BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena inflasi masih terkendali dan berada dalam batas nyaman, sehingga kenaikan suku bunga belum diperlukan.
Data menunjukkan inflasi inti berada di level 2%, sementara inflasi umum mencapai 3,19%. Kenaikan inflasi umum tersebut dipicu oleh harga pangan bergejolak (volatile food), bukan tekanan permintaan domestik. Oleh karena itu, BI menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk mengendalikan inflasi pangan, karena instrumen suku bunga saja tidak cukup.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 14.20
Gubernur BI: Setiap Kenaikan Suku Bunga 25 Bps, Ekonomi Akan Turun 0,1 Persen
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 14.41
BI proyeksikan The Fed naikkan suku bunga sekali lagi di triwulan IV
Detik.com · 28 September 2026 pukul 13.33
BI Ramal The Fed Naikkan Bunga Lagi, Berdampak ke RI?
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 09.16
IHSG Anjlok di Zona Merah pada Awal Pekan, Turun ke Level 6.209,74
Berita terkait
Suku Bunga AS Berpotensi Naik Lagi, Bos BI Beber Dampaknya
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 08.30
ADB: BI Akan Pertahankan Suku Bunga Sampai Akhir 2026
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 07.00
BI Ungkap Kondisi Ekonomi RI di Era Suku Bunga Tinggi
Detik.com · 23 September 2026 pukul 17.48
Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.52