Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bank Indonesia Perkiraan Ekonomi RI 4,9 hingga 5,7 Persen pada Sisa 2026

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada sisa tahun 2026 berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Proyeksi ini didasarkan pada dorongan dari investasi dan pengeluaran pemerintah. Deputi Gubernur BI, Aida S Budiman, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini sudah berada di titik tengah dan diperkirakan akan terus naik menuju akhir tahun. Ia menyebutkan bahwa banyak proyek strategis yang telah memasuki tahap pembangunan, sehingga diharapkan memberikan dampak positif pada perekonomian. Selain itu, keberadaan gaji ke-13 dan pengeluaran pemerintah untuk barang dan jasa juga diproyeksikan mendukung pertumbuhan pada paruh kedua 2026.

Meskipun inflasi mengalami sedikit kenaikan, Aida menegaskan bahwa tingkat inflasi masih terjaga di bawah target. Ia menjelaskan bahwa inflasi saat ini berada pada level sedikit di atas 3 persen, tetap berada dalam rentang target BI yaitu 2,5 persen plus atau minus 1 persen. Hal ini, menurutnya, menjadi dukungan bagi pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme terkait pertumbuhan ekonomi tahun penuh 2026. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6 persen dengan dukungan kebijakan pemerintah yang tepat dan rasional. Proyeksi ini disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait