Ekonom: Kredibilitas kunci agar pertumbuhan tak terbebani rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Rizal Taufikurahman, menekankan kredibilitas fiskal dan konsistensi Bank Indonesia (BI) sebagai fondasi utama agar pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh pelemahan rupiah. BI mempertahankan BI-Rate pada 5,75% sambil memperluas insentif lindung nilai melalui swap dan DNDF, yang telah menarik aliran modal masuk sekitar 6 miliar dolar AS. Namun, Rizal menyatakan insentif saja tidak optimal jika ekspektasi depresiasi tetap tinggi. Ia menyatakan negative output gap menandakan masih ada ruang pertumbuhan tanpa inflasi berlebih, tetapi pengoptimalan membutuhkan permintaan kuat dan kepastian pasar. Pengurangan intervensi spot menjadi 30% dapat menghemat cadangan devisa, namun Rizal menekankan porsi ini harus tetap fleksibel untuk menghindari memicu ekspektasi lemah rupiah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 16.00
Ekonom Bilang Dolar Bisa Rp18.200, Waspada 3 Faktor Ini
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.00
BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.06
BI Buka Suara soal Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu Hari Ini
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 20.30
Mata Uang Iran Anjlok ke Level Terendah dalam Sejarah
Berita terkait
BI Tahan Suku Bunga Acuan Pada Level 5,75%
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 15.55
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.22
Bank Indonesia Perkiraan Ekonomi RI 4,9 hingga 5,7 Persen pada Sisa 2026
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 16.25
Rapat Paripurna DPR setujui RUU APBN 2027 disahkan jadi Undang-Undang
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 11.58