Ketika Pasar Obligasi Mulai Menuntut Premi Risiko dari AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar obligasi global kini menuntut premi risiko yang lebih tinggi dari obligasi pemerintah AS, ditandai dengan yield Treasury 30 tahun mencapai 5,34 persen, tertinggi sejak 2007. Tekanan ini tidak hanya berasal dari inflasi dan kebijakan moneter Fed, tetapi juga dari kekhawatiran terhadap posisi fiskal AS yang terus meningkat. Utang federal AS telah melampaui US$40 trilih dan pembayaran bunga pemerintah melebihi US$1 triliun per tahun, menciptakan tekanan pada pasokan obligasi jangka panjang yang semakin besar. Investor semakin menuntut kompensasi atas risiko yang tidak terduga, terutama ketika Washington belum menunjukkan komitmen kuat untuk mengurangi defisit melalui reformasi fiskal yang menantang secara politis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 21.10
Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.43
Independensi Bank Indonesia Jadi Sorotan
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 17.45
Ekonom sebut pengambilan kebijakan jadi ujian independensi BI
Berita terkait
5 Poin Penting The Fed Meeting: Suku Bunga Ditahan, Pasar Was-Was
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 07.30
BI Rate 5,75 Persen, Ekonom: Pilihan Paling Tepat untuk Kondisi Saat Ini
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.57
BI Proyeksi Ekonomi Global Hanya Tumbuh 3%, Tekanan Inflasi Masih Tinggi
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.30
Prospek Ekonomi Global Lemah, Pertumbuhan Diproyeksi hanya 3 Persen
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.48