Bapanas Temukan Produsen Beras Fortifikasi Tarik Stok Usai Amran Gebuk Mafia Pangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8068079/original/094363900_1780912927-Foto1.jpeg)
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan sejumlah produsen beras fortifikasi yang berhenti produksi dan menarik stok dari pasaran, sepekan setelah Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan perlawanan terhadap mafia beras fortifikasi. Bapanas mencatat 15 merek beras fortifikasi dari 9 produsen tidak memenuhi syarat, dengan 80 persen di antaranya tidak sesuai nilai gizi pada label kemasannya. Salah satu merek mencantumkan harga Rp 42.000 per kilogram, jauh di atas HET beras premium sebesar Rp 14.900 per kilogram. Bapanas juga memperkirakan kerugian konsumen hingga Rp 71,9 triliun akibat penjualan beras fortifikasi dengan harga rata-rata Rp 22.000 per kilogram.
Amran menyatakan bahwa proses penindakan hukum terhadap produsen yang melanggar aturan masih berjalan, dan meminta Satgas Pangan bekerja maksimal. Ia menekankan bahwa beras fortifikasi seharusnya ditujukan untuk masyarakat miskin guna mencegah stunting dan mengatasi masalah kurang gizi, bukan dijual dengan harga yang tidak sesuai. Bapanas juga sedang memverifikasi 15 sampel beras fortifikasi dan beras dengan klaim gizi dari berbagai produsen untuk memastikan kepatuhan terhadap standar mutu yang ditetapkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 10.28
Produsen Buru-buru Tarik Stok, Bapanas Lanjut Usut Beras Fortifikasi Bermasalah
Berita terkait
Pemerintah Perketat Pengawasan Pangan, 102 Tersangka Diproses sejak 2024
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 11.30
Kementan Pastikan Stok Beras Premium di Pasar Tradisional Memadai
Detik.com · 30 September 2026 pukul 13.08
Terungkap! Ini Alasan Pemerintah Ungkap 25 Beras Fortifikasi Abal-Abal
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 11.30
Amran Setop Produksi 25 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 11.51