Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bapanas Temukan Produsen Beras Fortifikasi Tarik Stok Usai Amran Gebuk Mafia Pangan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan sejumlah produsen beras fortifikasi yang berhenti produksi dan menarik stok dari pasaran, sepekan setelah Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan perlawanan terhadap mafia beras fortifikasi. Bapanas mencatat 15 merek beras fortifikasi dari 9 produsen tidak memenuhi syarat, dengan 80 persen di antaranya tidak sesuai nilai gizi pada label kemasannya. Salah satu merek mencantumkan harga Rp 42.000 per kilogram, jauh di atas HET beras premium sebesar Rp 14.900 per kilogram. Bapanas juga memperkirakan kerugian konsumen hingga Rp 71,9 triliun akibat penjualan beras fortifikasi dengan harga rata-rata Rp 22.000 per kilogram.

Amran menyatakan bahwa proses penindakan hukum terhadap produsen yang melanggar aturan masih berjalan, dan meminta Satgas Pangan bekerja maksimal. Ia menekankan bahwa beras fortifikasi seharusnya ditujukan untuk masyarakat miskin guna mencegah stunting dan mengatasi masalah kurang gizi, bukan dijual dengan harga yang tidak sesuai. Bapanas juga sedang memverifikasi 15 sampel beras fortifikasi dan beras dengan klaim gizi dari berbagai produsen untuk memastikan kepatuhan terhadap standar mutu yang ditetapkan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait