Amran Setop Produksi 25 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menghentikan produksi dan mencabut izin edar 25 merek beras fortifikasi milik 11 pelaku usaha. Langkah ini diambil setelah pengawasan di 11 provinsi pada Juli-Agustus 2026 menemukan ketidaksesuaian administrasi, mutu, dan nilai gizi. Pelaku usaha yang terbukti melanggar akan diproses secara hukum.
Bapanas memeriksa 190 sampel dari 27 nama dagang, di mana 80 persen sampel memiliki nilai gizi yang tidak sesuai klaim label dan beberapa tidak memiliki izin edar PSAT. Hingga September 2026, seluruh merek bermasalah telah berhenti produksi, dan 12 merek telah menarik stok dari pasar. Hanya dua merek, Sumo Merah (Premium) dan Induk Ayam (Short Grain) Putih, yang dinyatakan memenuhi persyaratan SNI 9372:2025.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 16.40
Amran Moratorium Produksi Beras Fortifikasi Abal-abal, Siap Cabut Izin
Berita terkait
Konsumen Merugi, Begini Modus Licik Beras Fortifikasi
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 08.00
Bapanas tegaskan usut tuntas dugaan kecurangan beras fortifikasi
ANTARA News · 10 Agustus 2026 pukul 19.53
Produsen Buru-buru Tarik Stok, Bapanas Lanjut Usut Beras Fortifikasi Bermasalah
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 10.28
Pelaku Usaha Beras Fortifikasi Bermasalah Wajib Ganti Rugi Konsumen
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 21.02