Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

BBM Mulai jadi Masalah Serius, Kendaraan Listrik Makin Dipandang jadi Solusi

Pemerintah ditengah tekanan untuk meninjau besarnya subsidi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan mencapai Rp233 triliun pada 2026. Di tengah kondisi ini, penggunaan kendaraan listrik diusulkan sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan pada BBM. Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik dan Industri Pendukungnya (Periklindo) menilai adopsi kendaraan listrik oleh masyarakat dapat secara signifikan menurunkan kebutuhan akan subsidi BBM. Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, menekankan bahwa semakin banyak kendaraan listrik di jalan, dampasarnya akan semakin besar pada pengurangan subsidi BBM. Oleh karena itu, Periklindo meminta pemerintah untuk memberikan kepastian hukum terkait kebijakan insentif kendaraan listrik agar konsumen, dealer, dan produsen dapat merencanakan keputusan dengan jelas. Namun, ketidakpastian mengenai insentif yang ditawarkan pemerintah justru menjadi penghalang bagi konsumen untuk melakukan pembelian kendaraan listrik. Hal ini tidak hanya mempengaruhi penjualan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko bagi keberlangsungan usaha para dealer. Moeldoko menyampaikan hal ini dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 21 September 2026. Akibatnya, penjualan kendaraan listrik saat ini mengalami hambatan karena konsumen masih menunggu konfirmasi kebijakan insentif dari pemerintah. Periklindo juga meminta DPR untuk mendukung pemerintah dalam menetapkan kebijakan insentif kendaraan listrik secara tegas dan tepat waktu.

Berita terkait