BEI Sebut Karhutla Berpotensi Ganggu Pasokan Bursa Karbon
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan berpotensi mengganggu pasokan unit karbon di pasar modal. Perdagangan karbon di BEI menggunakan mekanisme vintage, yakni unit karbon dari periode tertentu. Karhutla dapat memengaruhi ketersediaan unit karbon untuk periode mendatang, namun dampaknya sampai saat ini belum signifikan. Perdagangan karbon tercatat 1,9 juta ton CO2e dengan nilai Rp93,8 miliar, meliputi 10 proyek dan 159 entitas pengguna jasa. Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang dikelola Kemenhut mengintegrasikan perdagangan karbon antara bursa dan pemerintah. Enam perusahaan di Kalimantan diberi sanksi atas karhutla dengan total areal terbakar 1.511,55 hektare, diantaraanya PT WEL yang paling besar dengan 760,51 hektare.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 15.03
Bos BEI Ungkap Dampak Karhutla Kalimantan Bisa Ancam Bursa Karbon
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 11.26
BEI Bicara Dampak Karhutla ke Lantai Bursa
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 14.35
Bos Bursa Jelaskan Dampak Karhutla Kalimantan ke Bursa Karbon
Berita terkait
3 Minggu Hadapi Karhutla, Kemenhut Periksa Kesehatan Manggala Agni
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 09.00
Kemenhut Sanksi Enam Perusahaan di Kalimantan terkait Karhutla
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 17.00
Kemenhut Fokus Pembasahan Lahan Gambut Terbakar di Kalsel
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 16.12
Pemegang PBPH Wajib Lakukan Langkah Ekstra untuk Tangani Karhutla
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 15.05