Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Belajar dari Raksasa Migas Global, Pemerintah Kaji Satu Operator Kelola Wilayah Kerja Migas

Pemerintah tengah mengkaji konsep pengelolaan wilayah kerja (WK) migas secara terintegrasi melalui satu badan usaha atau kontraktor utama, dilatarbelakangi oleh praktik pengelolaan lapangan migas oleh perusahaan global seperti ExxonMobil dan Chevron. Menurut Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, pengalaman dari perusahaan-perusahaan tersebut menjadi acuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya migas nasional. ExxonMobil secara global mampu memproduksi sekitar 4,8 juta barel minyak per hari, sementara Chevron mencapai 3,5 juta barel, dengan target peningkatan hingga 5,6 juta barel pada 2029-2030. Kunci keberhasilan perusahaan global ini, menurut Yuliot, terletak pada penggunaan teknologi komputasi tinggi dan sistem pengolahan data terintegrasi, termasuk penggunaan superkomputer untuk menganalisis data eksplorasi yang mencapai ratusan terabyte dalam waktu singkat. Dengan kemampuan ini, evaluasi potensi suatu wilayah kerja dapat dilakukan jauh lebih cepat dibandingkan metode manual.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait