Belajar dari Raksasa Migas Global, Pemerintah Kaji Satu Operator Kelola Wilayah Kerja Migas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah tengah mengkaji konsep pengelolaan wilayah kerja (WK) migas secara terintegrasi melalui satu badan usaha atau kontraktor utama, dilatarbelakangi oleh praktik pengelolaan lapangan migas oleh perusahaan global seperti ExxonMobil dan Chevron. Menurut Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, pengalaman dari perusahaan-perusahaan tersebut menjadi acuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya migas nasional. ExxonMobil secara global mampu memproduksi sekitar 4,8 juta barel minyak per hari, sementara Chevron mencapai 3,5 juta barel, dengan target peningkatan hingga 5,6 juta barel pada 2029-2030. Kunci keberhasilan perusahaan global ini, menurut Yuliot, terletak pada penggunaan teknologi komputasi tinggi dan sistem pengolahan data terintegrasi, termasuk penggunaan superkomputer untuk menganalisis data eksplorasi yang mencapai ratusan terabyte dalam waktu singkat. Dengan kemampuan ini, evaluasi potensi suatu wilayah kerja dapat dilakukan jauh lebih cepat dibandingkan metode manual.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 15.30
Pemerintah Bakal Serahkan DIM RUU Migas ke DPR Akhir Oktober 2026
Berita terkait
Video: BUK Migas Kelola Petroleum Fund Untuk Perluas Eksplorasi Migas
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 20.00
Seperti Usulan DPR, Pemerintah Sepakati Ada BUK Migas di Bawah Presiden
Detik.com · 18 September 2026 pukul 08.04
Bahlil Buka-bukaan soal Rencana Bentuk Badan Usaha Khusus Migas
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 21.03
3 Skenario Bentuk Badan Usaha Khusus Migas, Ini Bocorannya
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 12.00