Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

Beras premium di ritel modern mengalami kenaikan harga dan kekosongan stok akibat kasus beras fortifikasi yang sedang diselidiki. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memerintahkan produksi 25 merek beras fortifikasi untuk dihentikan sementara sambil dilakukan pemeriksaan hukum terhadap produsennya. Menurutnya, beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025 justru menyumbang kenaikan harga beras karena klaim vitamin dan mineralnya tidak sesuai dengan hasil uji laboratorium.

Amran menyatakan bahwa stok beras yang tersedia cukup, sehingga kenaikan harga tidak perlu terjadi. Untuknya, konsumen sebaiknya membeli di pasar tradisional yang dianggap lebih murah dan stabil. Sebagai Kepala Bapanas, ia juga memerintahkan Perum Bulog untuk menambah alokasi stok beras ke ritel sebesar 300.000 ton, meningkatkan dari rencana sebelumnya sebesar 110.000 ton.

Dari 25 merek beras fortifikasi yang diperiksa, ternyata kandungan vitamin dan mineralnya tidak sesuai dengan klaim yang dipasarkan. Harga jual beras-beras tersebut berkisar antara Rp19.270 hingga Rp57.600 per kilogram. Merek-merek yang diduga melakukan pelanggaran antara lain WFO, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, TAR, dan CMS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait