Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Besaran insentif tentukan keberhasilan peralihan motor BBM ke listrik

Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai insentif pembelian motor listrik pemerintah sebesar Rp3 juta per unit masih perlu ditinjau kembali karena dianggap terlalu rendah untuk mendorong adopsi yang signifikan. Pemerintah menyediakan anggaran Rp3 triliun untuk program ini, menargetkan 1 juta motor listrik produksi dalam negeri. Analisis IESR menunjukkan bahwa insentif yang lebih besar, seperti Rp5 juta ditambah Rp3 juta dari program tukar tambah, dapat meningkatkan adopsi motor listrik hingga 810 ribu unit dibandingkan skenario bisnis seperti biasa (BAU) pada 2030. Setiap motor yang beralih dari BBM ke listrik memberikan manfaat sekitar Rp5,6 juta dalam sepuluh tahun, atau hingga Rp28 juta jika termasuk penghematan devisa, pengurangan polusi udara, dan nilai karbon. Jika satu juta motor listrik digunakan untuk perjalanan harian sejauh 40 km, konsumsi BBM dapat berkurang antara 250 ribu hingga 365 ribu liter per tahun. Selain itu, biaya kepemilikan motor listrik lebih rendah, yaitu Rp346 per kilometer dibandingkan Rp506 per kilometer untuk motor bensin. IESR menekankan bahwa insentif harus tidak hanya fokus pada subsidi pembelian, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem pengisian dan rantai pasok kendaraan listrik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait