Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BGN Bongkar Titik Lemah Dapur MBG, Kepala SPPG Tak Ada di Lokasi Bisa Berujung Fatal

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan salah satu titik lemah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menyebabkan kejadian fatal, yaitu kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak berada di dapur saat operasional berlangsung. Hal ini menyulitkan pengawasan terhadap standar operasional prosedur (SOP), termasuk pencegahan kasus keracunan makanan. Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa kepala SPPG bukan hanya bertugas secara administratif, tetapi juga harus memastikan seluruh proses pengolahan makanan sesuai standar.

Sebagai respons, BGN menerbitkan surat edaran yang mengatur jam operasional kepala SPPG berstatus ASN PPPK. Mereka diwajibkan hadir di dapur mulai pukul 02.00 hingga 08.00 pagi, dan menambah dua jam kerja saat penerimaan bahan baku sore hari. Kehadiran ini dianggap penting karena pukul 02.00 merupakan waktu krusial ketika aktivitas dapur MBG sudah berjalan. Aturan ini juga sejalan dengan upaya memperketat keamanan pangan, salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan MBG.

BGN sebelumnya telah memproses pemberhentian 66 kepala dapur secara tidak hormat akibat pelanggaran disiplin, termasuk tidak berada di dapur lebih dari 10 hari berturut-turut dan kasus keracunan MBG yang berulang. Untuk memastikan kepatuhan, pengawasan dilakukan secara berlapis melibatkan jajaran BGN dari pusat hingga kecamatan. Pada jam-jam krusial, para pejabat melakukan rapat virtual bersama kepala dapur, bahkan melarang penggunaan latar belakang virtual agar lokasi peserta terlihat jelas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait