Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI Antisipasi Era Suku Bunga Tinggi di Tengah Ketidakpastian Global

Bank Indonesia (BI) mengantisipasi era suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian global, dipengaruhi kebijakan moneter Amerika Serikat yang hawkish. The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan The Fed Funds Rate pada 3,5-3,75 persen, namun pernyataan pejabatnya menunjukkan tidak akan ada penurunan dalam waktu dekat karena ekonomi AS yang kuat dan inflasi meningkat. Situasi ini disebut "higher for longer" yang berimplikasi pada negara berkembang termasuk Indonesia.

Sebagai respons, BI fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi sambil mendukung pertumbuhan ekonomi. BI telah menaikkan BI Rate sebesar 100 basis poin menjadi 5,75 persen sejak awal tahun, yang berdampak pada peningkatan harga aset domestik dan penarikan aliran modal senilai Rp195 triliun atau lebih dari US$10 miliar untuk surat berharga negara dan sekuritas rupiah. BI dan pemerintah juga berkoordinasi melalui tim pengendalian inflasi dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, yang realisasinya telah melampaui target di beberapa program hingga Juli 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait