BI Antisipasi Era Suku Bunga Tinggi di Tengah Ketidakpastian Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) mengantisipasi era suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian global, dipengaruhi kebijakan moneter Amerika Serikat yang hawkish. The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan The Fed Funds Rate pada 3,5-3,75 persen, namun pernyataan pejabatnya menunjukkan tidak akan ada penurunan dalam waktu dekat karena ekonomi AS yang kuat dan inflasi meningkat. Situasi ini disebut "higher for longer" yang berimplikasi pada negara berkembang termasuk Indonesia.
Sebagai respons, BI fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi sambil mendukung pertumbuhan ekonomi. BI telah menaikkan BI Rate sebesar 100 basis poin menjadi 5,75 persen sejak awal tahun, yang berdampak pada peningkatan harga aset domestik dan penarikan aliran modal senilai Rp195 triliun atau lebih dari US$10 miliar untuk surat berharga negara dan sekuritas rupiah. BI dan pemerintah juga berkoordinasi melalui tim pengendalian inflasi dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, yang realisasinya telah melampaui target di beberapa program hingga Juli 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 10.00
Destry Damayanti Tegaskan Fokus Utama Terkini BI: Inflasi dan Rupiah
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 10.08
BI Ingatkan Risiko Global Belum Reda, Siaga Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 10.08
Risiko Global Belum Reda, BI Siaga Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.11
Pjs Gubernur BI Destry: Dunia Akan Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
Berita terkait
Bank Sentral Inggris Tahan Suku Bunga 3,75%
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 19.38
Membaca Deflasi, Menakar Respons BI
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 12.00
Destry Damayanti Dinilai Sosok Adaptif untuk Pimpin Bank Indonesia
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 08.45
Tantangan Besar Destry-Calon Gubernur BI di Tengah Gejolak Global
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 17.25