BI Ingatkan Risiko Global Belum Reda, Siaga Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global masih tinggi dan menjadi tantangan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini terkait dengan keputusan The Federal Reserve (The Fed) yang menahan suku bunga acuannya pada rapat FOMC terakhir, meskipun tidak menaikkan atau menurunkannya. Suku bunga The Fed saat ini berada di kisaran 3,50% hingga 3,75%, dan pasar memperkirakan kondisi suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama atau "higher for longer".
Destry menekankan bahwa "higher for longer" bukan hanya tercermin dari suku bunga, tetapi juga dari imbal hasil obligasi pemerintah AS dan inflasi yang masih relatif tinggi. Kondisi ini diperburuk oleh konflik global yang belum selesai, yang mengakibatkan gangguan pasokan barang, harga minyak tetap tinggi, dan inflasi global meningkat. Hal ini berdampak langsung pada negara-negara berkembang.
Bagi Indonesia, Destry menegaskan bahwa tantangan utama Bank Indonesia dalam jangka pendek adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global dan mengendalikan inflasi domestik. Oleh karena itu, BI dan pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan untuk memastikan ketahanan ekonomi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 19.45
Aliran Dana Asing Masuk Tembus Rp 195 Triliun hingga Juni 2026
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 11.48
BI Antisipasi Era Suku Bunga Tinggi di Tengah Ketidakpastian Global
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 10.00
Destry Damayanti Tegaskan Fokus Utama Terkini BI: Inflasi dan Rupiah
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 18.09
Gas Pol, Rupiah Ditutup Menguat Terhadap USD, Bakal Berlanjut Pekan Depan?
Berita terkait
Risiko Global Belum Reda, BI Siaga Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 10.08
Bos ADBI Ungkap PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah hingga Dorong Pertumbuhan
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.51
Rupiah menguat seiring data PPI AS lebih rendah dari perkiraan
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 09.26
Rupiah Berbalik Menguat Tipis Sore Ini, Dolar AS Parkir di Rp17.860
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.06