Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI Ingatkan Risiko Global Belum Reda, Siaga Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global masih tinggi dan menjadi tantangan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini terkait dengan keputusan The Federal Reserve (The Fed) yang menahan suku bunga acuannya pada rapat FOMC terakhir, meskipun tidak menaikkan atau menurunkannya. Suku bunga The Fed saat ini berada di kisaran 3,50% hingga 3,75%, dan pasar memperkirakan kondisi suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama atau "higher for longer".

Destry menekankan bahwa "higher for longer" bukan hanya tercermin dari suku bunga, tetapi juga dari imbal hasil obligasi pemerintah AS dan inflasi yang masih relatif tinggi. Kondisi ini diperburuk oleh konflik global yang belum selesai, yang mengakibatkan gangguan pasokan barang, harga minyak tetap tinggi, dan inflasi global meningkat. Hal ini berdampak langsung pada negara-negara berkembang.

Bagi Indonesia, Destry menegaskan bahwa tantangan utama Bank Indonesia dalam jangka pendek adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global dan mengendalikan inflasi domestik. Oleh karena itu, BI dan pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan untuk memastikan ketahanan ekonomi nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait