Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Risiko Global Belum Reda, BI Siaga Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan bahwa ketidakpastian ekonomi global masih sangat tinggi dan menjadi tantangan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. Komentar ini disampaikan merespons keputusan The Federal Reserve (The Fed) yang menahan suku bunganya dalam kisaran 3,50%-3,75% pada pertemuan FOMC baru-baru ini. Meskipun tidak ada kenaikan, Destry menilai pernyataan Ketua The Fed menunjukkan ekonomi AS tetap kuat, sehingga pasar memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama atau "higher for longer".

Situasi higher for longer tidak hanya tercermin dari suku bunga, tetapi juga dari yield obligasi pemerintah AS dan inflasi yang masih relatif tinggi. Kondisi ini berdampak pada negara-negara berkembang, terutama karena konflik geopolitik yang belum selesai, harga minyak tinggi, dan gangguan pasokan barang. Oleh karena itu, Destry menegaskan bahwa tantangan utama BI dalam jangka pendek adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global sekaligus mengendalikan inflasi domestik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait