Strong Dollar Menghantam Rupiah, Apa yang Harus Dilakukan RI?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penguatan dolar AS (strong dollar) menjadi tantangan bagi rupiah Indonesia di tengah kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin ke 3,75-4 persen, dengan potensi kenaikan satu kali lagi pada kuartal IV 2026. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan bahwa kenaikan suku bunga AS dan inflasi global yang mencapai 4,6 persen mendorong penguatan dolar terhadap mata uang dunia, diperparah oleh kenaikan harga minyak akibat konflik geopolitik. Posisi rupiah pada Jumat (25/9) berada di Rp17.717 per dolar AS, sementara indeks DXY mencapai 101,11 dan di Asia 96,26.
Analis Senior ISEAI Ronny P. Sasmita menjelaskan bahwa kondisi saat ini merupakan kombinasi antara strong dollar dan meningkatnya permintaan terhadap aset berdenominasi dolar, didorong oleh kenaikan imbal hasil aset AS, ketidakpastian global, dan risiko geopolitik. Tekanan ini meningkatkan biaya impor energi, bahan baku, dan barang modal, sekaligus menambah beban kewajiban valuta asing pemerintah dan korporasi. Namun, eksporter yang menerima pendapatan dalam dolar berpotensi mendapatkan keuntungan tambahan.
Di sisi lain, Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menekankan bahwa tekanan ini mencerminkan perubahan persepsi terhadap risiko global, di mana investor meminta kompensasi lebih besar untuk memegang aset negara berkembang. Dalam jangka pendek, BI diharapkan menggunakan intervensi valas yang terukur, memperluas swap dan DNDF, serta memperkuat transaksi menggunakan mata uang lokal (LCT). Pemerintah perlu menekan ketergantungan impor energi, mempercepat ekspor bernilai tambah, dan menarik investasi asing yang menghasilkan devisa. Cadangan devisa Indonesia sebesar US$146,5 miliar (setara 5,4 bulan impor) memberi ruang bagi BI untuk menghadapi tekanan eksternal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 19.12
Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Tergerus 0,1% Tiap Suku Bunga Naik 25 Bps
Detik.com · 28 September 2026 pukul 16.06
BI Kurangi 'Bakar' Devisa untuk Jaga Rupiah, Intervensi Spot Tinggal 30%
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.19
BI-Rate Ditahan di 5,75% Dinilai Tepat, Jaga Penyaluran Kredit hingga Rupiah
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 07.05
Pilihan Sulit BI Selamatkan Rupiah Tanpa Korbankan Ekonomi RI
Berita terkait
Membaca Arah Rupiah di Tengah Pencarian Maestro Baru BI
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 07.00
Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50
Rupiah Kian Terjepit, Yield AS Melonjak ke 5,2%
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 14.14
Ternyata Ini Alasan BI Tetap Edarkan Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 11.05