Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

BI Buka Pilihan Baru bagi Bank untuk Kelola Likuiditas

Bank Indonesia (BI) memperluas penggunaan obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi sebagai aset dasar operasi moneter. Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan operasi moneter pro-market yang terintegrasi dengan pengembangan Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA). Gubernur BI, Destry Damayanti, menyatakan keefektifan kebijakan moneter sangat bergantung pada pasar keuangan yang likuid dan efisien.

Implementasi mulai November 2025 hingga September 2026 menghasilkan transaksi repo operasi moneter dengan SMF sebesar Rp1,25 triliun. BI kemudian memasukkan obligasi SMI, dengan lelang repo pertama pada 28 September 2026 senilai Rp60 miliar. Volume perdagangan obligasi SMF di pasar sekunder naik dari Rp31,9 miliar/hari (Oktober 2025) menjadi Rp179,9 miliar/hari (Agustus 2026). Kepemilikan obligasi SMF oleh perbankan meningkat 18% dari Rp8,69 triliun ke Rp10,22 triliun.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan. BI akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Keuangan, OJK, dan lembaga terkait untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas perbankan serta mendukung pembiayaan sektor riil seperti infrastruktur dan perumahan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait