Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI Ingin Bank Optimal Menyalurkan Kredit

Bank Indonesia (BI) mendorong industri perbankan untuk mengoptimalkan penyaluran kredit, khususnya ke sektor prioritas seperti UMKM, guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengembalikan fungsi intermediasi. BI telah mengurangi Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank yang memenuhi kriteria penyaluran kredit, serta menggunakan kebijakan makroprudensial untuk mengelola kepemilikan surat berharga negara (SBN). Untuk menjaga stabilitas rupiah, BI mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75% setelah kenaikan 100 basis poin sejak Mei 2026, yang berhasil menarik inflow asing senilai lebih dari US$ 10 miliar ke SBN dan SRBI. Penyaluran kredit ke UMKM tercatat tumbuh tipis sebesar 0,60% (yoy) per Mei 2026, tetapi menunjukkan perbaikan dibanding tahun sebelumnya. BI juga mempercepat akses pembiayaan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan mendukung inklusi keuangan dengan sistem pembayaran digital QRIS yang kini digunakan oleh 66 juta pengguna dan 45 juta merchant, dengan 90% merupakan UMKM.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait