BI luncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk segmen masyarakat umum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) bersama ASPI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk segmen ritel dan korporasi, baik konvensional maupun syariah. Sebelumnya, KKI hanya tersedia untuk belanja pemerintah. Inisiatif ini bertujuan menyediakan alternatif pembayaran deferred payment domestik yang efisien guna mendukung konsumsi masyarakat dan memperluas ekosistem digital sesuai Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030.
Pada tahap awal yang dimulai 17 Agustus 2026, KKI hadir dalam bentuk kartu digital sebagai sumber dana transaksi QRIS (MPM, CPM, dan TAP). Pengembangan selanjutnya akan mencakup transaksi online payment dan kartu fisik. Saat ini, terdapat tujuh bank first mover (BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega) dan satu next mover (BSI) yang menerbitkan KKI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 07.55
Kartu Kredit Indonesia Bisa Diajukan ke 7 Bank, Ini Daftarnya
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 07.25
Kartu Kredit Indonesia Meluncur, Bisa Dipakai Individu dan Korporasi
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.25
Bank Mega (MEGA) Jadi First Mover Kartu Kredit Indonesia
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 01.20
Mulai Oktober Transaksi QRIS di Bawah Rp 100 Ribu Bebas Biaya
Berita terkait
Beda KKI dan Kartu Kredit Visa-MasterCard Cs, Ini Penjelasan BI
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 11.00
Mengenal KKI, Kartu Kredit Bisa Bayar Pakai QRIS
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 12.00
Aturan Kartu Kredit Indonesia: Limit Rp10 Juta, MDR 0-0,7%
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 09.40
Kartu Kredit Indonesia: Tahap Awal Format Digital, Digunakan via QRIS
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 08.10