BI Naikkan Insentif Likuiditas Perbankan Jadi 6%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339691/original/045193200_1788425146-Cover-sp_2818026.jpeg)
Bank Indonesia (BI) meningkatkan insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dari 5,5% menjadi 6% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) mulai September 2026. Total insentif KLM yang telah diterima perbankan hingga Agustus 2026 mencapai Rp 446,5 triliun (5,02% DPK). Kebijakan ini bertujuan mendorong aliran likuiditas ke pembiayaan UMKM dan sektor prioritas untuk mendorong ekspansi usaha, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja. BI juga menambahkan kanal KLM untuk pendalaman pasar uang hingga maksimum 2% DPK. Dalam diskusi Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Gubernur BI Destry Damayanti menekankan pentingnya sinergi antarlembaga, OJK, dan LPS untuk memastikan likuiditas terealisasi menjadi pembiayaan yang efektif. Penyaluran kredit saat ini tumbuh baik di bank Himbara maupun swasta, namun tantangan selanjutnya adalah menyasar sektor produktif dan UMKM dengan lebih inklusif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 17.00
BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 20.05
Maruarar Ungkap Efek Domino Program 3 Juta Rumah ke Industri RI
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 19.42
Purbaya: Kalau Pemerintah Malas Saja, Ekonomi Bisa Tumbuh 6%
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 16.02
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.763 per Dolar AS Tertekan Kenaikan Inflasi Agustus
Berita terkait
BI Genjot Penyaluran Kredit Lewat Insentif KLM, Sektor Ini Jadi Sasaran
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 14.35
BI Soroti Kredit UMKM Baru Tumbuh 1,62%, Bankir Diminta Lebih Agresif
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 22.20
BI Gelar KKI 2026, 550 UMKM Ramaikan Pameran Produk Kreatif Indonesia
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 13.25
Aturan Penarikan SAL Diperketat: Menkeu Harus Izin DPR
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 21.30