BI Proyeksi Kebutuhan Valas Mulai Melemah di Akhir Tahun, Rupiah Bakal Menguat?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) mencatat kebutuhan valuta asing (valas) biasanya mencapai puncak pada akhir kuartal III karena tingginya aktivitas repatriasi dan impor. Pola historis ini memberikan tekanan signifikan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah selama periode tersebut.
Memasuki akhir tahun, BI memproyeksikan permintaan valas akan menurun dibandingkan periode kuartal III, sehingga tekanan musiman terhadap rupiah diperkirakan berkurang. Meski demikian, BI tetap mewaspadai dinamika global yang tidak terduga dan berkomitmen menjaga stabilitas rupiah melalui bauran intervensi di pasar spot, NDF, dan DNDF berdasarkan perkembangan data pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 30 September 2026 pukul 13.53
BI Ungkap Rupiah Melemah 7,74 Persen Sejak Awal Tahun 2026, Ini Penyebabnya
kumparan · 30 September 2026 pukul 15.50
BI Batasi Pembelian Dolar AS Jadi USD 10.000 per Bulan, Ini Alasannya
JawaPos · 30 September 2026 pukul 14.00
Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi 7,74 Persen hingga Akhir September 2026, Ini Penjelasan BI
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 18.00
Harga Minyak Tembus US$ 108, Airlangga Optimistis Target Ekonomi Tak Berubah
Berita terkait
BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.00
BI Buka Suara soal Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu Hari Ini
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.06
DPR Minta Pemerintah dan BI Kendalikan Rupiah!
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.38
BI siapkan sejumlah strategi guna jaga stabilitas rupiah
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 16.39