Terungkap! Ini Biang Kerok Penyebab Dolar Tembus Rp18.000 Hari Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah mengalami tekanan kuat terhadap dolar AS, dengan kurs mencapai Rp18.000 per dolar pada pukul 09.55 WIB, menguatnya indeks dolar AS (DXY) ke posisi 101,209, serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di akhir tahun yang mendorong penguatan dolar global. Kepala Ekonom BCA David Sumual menyatakan tekanan kurs ini terutama disebabkan oleh kekhawatiran pasar terhadap tren suku bunga global yang akan tinggi, sekaligus memperkirakan rupiah masih tertekan hingga Rp18.100 dalam jangka pendek. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan kerentanan rupiah dipengaruhi oleh defisit neraca transaksi berjalan (CAD) sebesar US$ 12,5 miliar pada kuartal II-2026, atau 3,3% dari PDB, yang meningkat tajam dibandingkan kuartal sebelumnya akibat kenaikan impor migas dan surplus perdagangan non-migas yang lebih rendah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 September 2026 pukul 13.33
BI Ramal The Fed Naikkan Bunga Lagi, Berdampak ke RI?
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.51
BI Sebut Ekonomi Global 2026 Masih Suram, Ramal 2027 Mulai Membaik
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 09.10
Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Dekati Level Psikologis ke Rp18.000 per USD
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 09.00
Kurs Rupiah Melorot Terus, BI Atur Ulang Strategi Stabilitas Mata Uang Garuda
Berita terkait
Pilihan Sulit BI Selamatkan Rupiah Tanpa Korbankan Ekonomi RI
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 07.05
Rupiah Gampang Goyang Lawan Dolar? Destry Ungkap Biang Keroknya
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 17.10
Rupiah Sempat Tertekan Mendekati 18.000, Sentimen Eksternal Biang Keladinya
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 16.01
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.58