BI Siapkan Fastra, Investor Global Bakal Lebih Mudah Masuk RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menyiapkan skema Foreign Investor Access through Structured Transaction (Fastra) untuk mempermudah investor global memenuhi kebutuhan valuta asing dan melakukan transaksi di pasar Indonesia. Fastra dirancang untuk mengurangi beban administrasi dan dokumentasi yang selama ini harus dipenuhi investor dalam setiap transaksi. Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea, investor yang telah terdaftar melalui bank lokal mitra BI dapat melakukan transaksi dengan melibatkan offshore bank partner dalam skema tersebut, sehingga prosesnya lebih efisien. Fastra bertujuan membuat mekanisme transaksi investor global menjadi lebih terstruktur dan mengurangi beban administrasi mereka.
Di sisi lain, BI juga terus mendorong transaksi Local Currency Transaction (LCT) sebagai bagian dari upaya diversifikasi pemenuhi kebutuhan valas dalam transaksi internasional. Erwin menjelaskan bahwa ketika transaksi perdagangan internasional menggunakan skema LCT meningkat signifikan, pasar valas domestik Indonesia juga akan berkembang untuk memenuhi kebutuhan pelaku pasar. Namun, sebagian kebutuhan renminbi belum dapat dipenuhi melalui pasar domestik, sehingga pelaku pasar masih harus membeli renminbi di pasar offshore. Untuk mengatasi hal ini, BI mendorong penguatan likuiditas renminbi di pasar domestik melalui peran clearing bank renminbi.
BI juga mengembangkan pasangan rupiah dengan berbagai mata uang mitra, seperti renminbi, ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan yen Jepang. Upaya ini bertujuan agar pasar valas Indonesia tidak hanya bergantung pada dolar AS. Dalam skema insentif lindung nilai, investor lebih banyak memilih instrumen swap dibandingkan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Berdasarkan data hingga 29 September 2026, komposisi transaksi swap mencapai sekitar 80 persen, sementara DNDF sekitar 20 persen dari total transaksi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 16.50
BI Proyeksi Kebutuhan Valas Mulai Melemah di Akhir Tahun, Rupiah Bakal Menguat?
kumparan · 30 September 2026 pukul 15.50
BI Batasi Pembelian Dolar AS Jadi USD 10.000 per Bulan, Ini Alasannya
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 14.56
Bukan Melarang, Ini Alasan BI Batasi Pembelian Dolar AS
kumparan · 30 September 2026 pukul 13.53
BI Ungkap Rupiah Melemah 7,74 Persen Sejak Awal Tahun 2026, Ini Penyebabnya
Berita terkait
BI: Transaksi LCT hingga Agustus 2026 setara 49,4 miliar dolar AS
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 21.51
BI: Layanan bank sentral andal dukung aktivitas ekonomi lintas negara
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 18.39
Populer: BI Dorong Pembayaran Antarnegara; China Komitmen Impor Batu Bara AS
kumparan · 27 September 2026 pukul 05.00
Permintaan Renminbi di RI Tembus US$41,4 Miliar, BI Siapkan Jurus Baru
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 06.55