Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Impor Valas, Begini Strategi BI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar Rupiah kembali mengalami tekanan melemah akibat gabungan sentimen global dan meningkatnya kebutuhan valuta asing dari dalam negeri. Bank Indonesia (BI) menjelaskan pelemahan ini dipengaruhi oleh ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), kenaikan yield US Treasury 10 tahun hingga 5,11% (tertinggi sejak 2007), dan kembali naiknya harga minyak Brent di atas US$100 per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Tekanan internal juga datang dari meningkatnya kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III 2026 dan arus keluar portofolio dari pasar negara berkembang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.10
BI Ungkap 3 Biang Kerok Nilai Tukar Rupiah Melemah
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.50
Cadangan Devisa Indonesia Naik ke US$ 146,5 Miliar
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 12.50
Nilai Tukar Rupiah Tertekan, BI Siapkan Jurus Intervensi
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 12.09
Rupiah Hari Ini Anjlok, BI Buka-bukaan soal Faktor Global
Berita terkait
Rupiah Dibayangi Gejolak Global, Bank Indonesia Rilis Jurus Baru Jaga Nilai Tukar
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
Rupiah Menguat ke Rp17.817 per Dolar AS Ditopang Keputusan BI Tahan Suku Bunga
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.41
BI Buka-bukaan Cara Perkuat Rupiah Lawan Dolar AS
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.35
Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan, Investor Tunggu Keputusan BI
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 11.00