Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Biang Kerok 1.500 Buruh di Jateng Terancam PHK

Hampir 1.500 pekerja di dua perusahaan garmen di Jawa Tengah terancam mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Perusahaan tersebut adalah PT Victory Apparel di Kota Semarang dan PT Samwon di Kabupaten Jepara. Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Rizky Aditya Wijaya, mengungkapkan bahwa kedua perusahaan beroperasi di kawasan berikat dengan seluruh produksinya untuk pasar ekspor. Penurunan pesanan ekspor dari pelanggan bisnis menjadi penyebab utama perusahaan mengurangi tenaga kerja.

Rizky menjelaskan bahwa Samwon memilih menutup bisnisnya di Jepara, sementara Victory Apparel mengalami masalah keuangan sejak pandemi COVID-19. Kondisi ini murni karena faktor internal dan tidak ada kaitannya dengan banjir produk impor. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, sebelumnya melaporkan bahwa Victory Apparel berpotensi melakukan PHK terhadap sekitar 800 pekerja, dan PT Samwon sekitar 670 pekerja. Informasi ini masih bersifat awal.

Sebagai tindak lanjut, Kemenperin akan mendorong penyerapan tenaga kerja yang ter-PHK ke perusahaan-perusahaan baru yang berinvestasi di Jawa Tengah. Pada tahun 2026, masih banyak investasi baru di sektor garmen dan alas kaki yang masuk ke provinsi tersebut, sehingga kebutuhan tenaga kerja tetap tinggi. Rizky berharap pekerja yang ter-PHK dapat langsung terserap oleh perusahaan baru di sekitar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait