Gelombang PHK Belum Usai, Ratusan Buruh di Cimahi Kehilangan Pekerjaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengonfirmasi bahwa penurunan permintaan dari pasar ekspor menjadi penyebab utama pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 178 buruh PT Namnam Fashion Industries di Cimahi, Jawa Barat. Lesunya penyerapan produk garmen di pasar luar negeri memaksa perusahaan menyesuaikan kapasitas produksi. Pernyataan ini disampaikan Menperin di sela acara Official Launching Indo Startup Expo & Forum 2026 di Jakarta, Kamis (6/8).
PT Namnam Fashion Industries memiliki tiga fasilitas produksi, namun dua di antaranya telah dinonaktifkan karena pendapatan perusahaan terus mengalami penurunan. Meski menonaktifkan sebagian fasilitas, perusahaan belum menghentikan seluruh kegiatan operasional. Kementerian Perindustrian terus memantau perkembangan perusahaan garmen tersebut untuk mengantisipasi dampak lebih luas terhadap sektor industri tekstil dan garmen nasional. Kasus ini menegaskan bahwa sektor manufaktur yang bergantung pada ekspor masih rentan terhadap fluktuasi permintaan global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.31
Pemerintah Buka Suara soal PHK Industri Garmen di Cimahi
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 12.50
Menperin Jelaskan Penyebab PHK 178 Buruh PT Namnam Fashion Industries di Cimahi
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 16.38
Pabrik di Cimahi PHK Ratusan Karyawan, Menperin Buka Suara
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.00
4 Tuntutan Buruh Disampaikan KSPI kepada Pemerintah
Berita terkait
Biang Kerok 1.500 Buruh di Jateng Terancam PHK
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 07.28
Kemenperin Bongkar Biang Kerok PHK Pabrik Garmen di Jawa Tengah
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 17.05
1.500 Buruh Garmen di Jateng Terancam PHK, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 14.26
PT GNI di Morowali PHK 1.900 Karyawan, Ternyata Ini Biang Keladinya
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.55