Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bela Prabowo, Mentan Jelaskan Cara Mafia Merampok

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluruskan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai perusahaan penggilingan padi yang diduga meraup Rp2 triliun per bulan. Angka tersebut bukan keuntungan bisnis normal, melainkan estimasi kerugian akibat penipuan terhadap konsumen melalui penjualan beras premium yang tidak sesuai standar mutu pemerintah. Penipuan ini terungkap setelah pengujian 212 merek beras premium, di mana sekitar 86 persen sampel tidak memenuhi standar, dengan kadar beras patah mencapai hingga 60 persen, jauh di atas batas maksimal 14,5 persen.

Praktik ini disamakan dengan menjual emas 18 karat sebagai emas 24 karat, di mana konsumen membayar harga premium untuk kualitas yang lebih rendah. Perhitungan menunjukkan potensi kerugian masyarakat mencapai Rp98 triliun per tahun, berdasarkan selisih harga antara beras biasa (Rp8.000 per kg) dan beras premium (Rp17.300 per kg), yang dikalikan dengan volume beras yang diduga tidak memenuhi standar sekitar 10,5 juta ton. Angka Rp2 triliun per bulan merujuk pada satu perusahaan spesifik yang diduga terlibat dalam penipuan ini.

Pemerintah telah melaporkan temuan laboratorium dan perhitungan kepada Satgas Pangan Polri untuk diproses hukum. Mentan Amran menegaskan fokus pada kejahatan penipuan, bukan pada angka keuntungan bisnis, dan pemerintah akan terus menindak mafia pangan sesuai arahan Presiden Prabowo untuk tata niaga pangan yang adil dan transparan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait