Bisa Abaikan AS, Rusia dan China Cari Opsi Berdagang Lewat Sungai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rusia, China, dan Kazakhstan sedang mempertimbangkan pengembangan jalur perdagangan baru melalui Sungai Irtysh dan Ob yang menghubungkan Asia dengan Laut Arktik. Rute ini menjadi alternatif jalur laut tradisional seperti Selat Hormuz, Suez, dan Malaka. Jika terealisasi, jalur ini dapat membuka akses baru bagi barang China ke pelabuhan Arktik Rusia di Yamal serta memberi Kazakhstan manfaat ekonomi. Proyek membutuhkan investasi besar, koordinasi antar negara, dan mengatasi tantangan alam seperti musim dingin dan perubahan iklim. Aktivitas perdagangan melalui sungai ini pernah mencapai 9 juta ton per tahun pada 1970-an, tetapi rosak setelah Soviet runtuh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.40
China "Jajah" Eropa, 300.000 Pekerja Terancam PHK
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 21.30
Lawatan ke AS, Xi Jinping Dikabarkan Akan Bawa Rombongan CEO
Berita terkait
China Bela Iran, tapi Hubungan dengan AS Lebih Penting?
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 12.40
Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Ekspor RI, Tumbuh 7,16% hingga Juli 2026
kumparan · 4 September 2026 pukul 03.00
RI Makin Tekor Dagang dengan China, Defisit US$17,67 M Selama 7 Bulan
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.06
AS Tiba-Tiba Beri Pesan Penting ke Negara G20, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 21.20