Bitcoin Melemah 0,89%, Usai Harga Minyak Tembus US$101 per Barel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bitcoin (BTC) turun 0,89% pada Kamis (10/9/2026) menjadi US$78.307 atau Rp1,37 triliun per koin. Penurunan dipicu oleh hambatan makro ekonomi, termasuk serangan AS terhadap kapal tanker minyak Iran yang mendorong harga minyak WTI di atas $96/barel dan Brent di atas $101/barel. Yen Jepang juga menjadi faktor sentimen, naik 6,5% sejak Agustus 2026. Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai Rp27,61 triliun dengan volume transaksi Rp514,92 miliar. Di tengah penurunan, Ethereum (ETH) turun 0,79%, BNB 4,36%, XRP 3,12%, dan Solana (SOL) 2,41%. Dogecoin (DOGE) tercatat turun 5,04%, sementara TRON (TRX) hanya menguat 0,31%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.07
Rupiah Berbalik Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.530
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 14.59
Bitcoin-Ethereum Menguat dalam Sepekan, Investor Cermati Suku Bunga The Fed
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 11.00
Rupiah Tertekan ke 17.512 per Dolar AS, Ini Sentimen yang Membayangi
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 09.41
Sentimen rupiah dipengaruhi antisipasi pengumuman besaran buyback UST
Berita terkait
Bitcoin Tembus US$80.802, Harapan Suku Bunga Fed Jadi Bahan Bakar
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 13.30
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp17.500
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.02
Harga Minyak Dunia Tembus USD 100/Barel, Pasokan Timur Tengah Masih Terganggu
kumparan · 10 September 2026 pukul 08.15
Harga Minyak Melonjak Kamis Pagi: Brent Tembus USD 101, WTI Naik ke 97
JawaPos · 10 September 2026 pukul 07.47