Bitcoin Melemah ke US$82.812, Gagal Tembus US$87.000
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bitcoin (BTC) turun 1,27% dalam 24 jam ke US$82.812 (Rp1,48 miliar/koin) pada Selasa pagi (29/9/2026) setelah gagal menembus resistensi US$87.000. Koreksi terjadi di tengah ketegangan geopolitik pasca penolakan gencar senjata Iran oleh Donald Trump. Kapitalisasi pasar BTC mencapai Rp29,94 kuadriliun dengan volume transaksi Rp741,79 triliun. Secara mingguan, BTC melemah 3,29% namun naik 6,13% dalam 30 hari. Arus Bitcoin keluar dari Binance mencatat 13.800 BTC bersih, tertinggi sejak 2023, dengan cadangan turun dari 705.000 ke 685.000 BTC dalam empat hari. Ethereum turun 0,36% ke Rp47,83 juta, BNB turun 2,86% ke Rp13,58 juta, Solana turun 4% ke Rp2,09 juta, XRP turun 2,95% ke Rp26.418. Dogecoin turun 4,27% ke Rp1.659, Cardano turun 4,48% ke Rp4.387, Bitcoin Cash turun 7,33% ke Rp5,47 juta. Chainlink naik 8,43% ke Rp274.881 sebagai satu-satunya aset utama menguat.
Bagikan
Berita terkait
The Fed Naikkan Bunga, Bitcoin Ngegas ke US$76.000! Indodax Minta Investor Cermati 4 Faktor Ini
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 19.35
Bitcoin Jatuh ke US$76.723, Minyak dan The Fed Jadi Biang Kerok
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 12.35
Bitcoin Melemah 0,89%, Usai Harga Minyak Tembus US$101 per Barel
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 18.30
Bitcoin Tembus US$80.802, Harapan Suku Bunga Fed Jadi Bahan Bakar
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 13.30