Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bos JPMorgan Bunyikan Alarm 'Bom Waktu', Ada Krisis Mirip 2008?

CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon memperingatkan bahwa tingkat margin debt dan berbagai bentuk pinjaman tersembunyi di pasar keuangan global telah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Menurutnya, banyak investor menggunakan leverage untuk memperbesar nilai investasinya, termasuk melalui prime brokerage, hedge fund, ETF, dan strategi arbitrase obligasi pemerintah AS. Kondisi ini membuat pasar lebih rentan terhadap guncangan, sehingga kegagalan satu investor atau hedge fund saja berpotensi memicu gejolak yang lebih luas.

Peringatan ini muncul setelah hedge fund berbasis AI Situational Awareness mengalami kerugian besar akibat taruhan agresif pada saham teknologi menggunakan dana pinjaman, memicu margin call dan memaksa melepas sebagian besar portofolio sahamnya. Meskipun JPMorgan sebagai prime broker terlibat, Dimon menilai pasar sejauh ini mampu menyerap kegagalan tersebut tanpa memicu krisis yang lebih luas.

Meski demikian, Dimon menegaskan kondisi saat ini belum seperti krisis keuangan global 2008, yang lebih dipengaruhi oleh kerugian dari kredit perumahan. Ia memperkirakan bank dan lembaga kliring akan meningkatkan persyaratan agunan jika volatilitas pasar kembali meningkat. Selain itu, defisit anggaran pemerintah, belanja infrastruktur, dan meningkatnya belanja pertahanan di berbagai negara berpotensi mendorong inflasi dan menjaga suku bunga jangka panjang tetap tinggi.

Berita terkait