Bos JPMorgan Bunyikan Alarm 'Bom Waktu', Ada Krisis Mirip 2008?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon memperingatkan bahwa tingkat margin debt dan berbagai bentuk pinjaman tersembunyi di pasar keuangan global telah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Menurutnya, banyak investor menggunakan leverage untuk memperbesar nilai investasinya, termasuk melalui prime brokerage, hedge fund, ETF, dan strategi arbitrase obligasi pemerintah AS. Kondisi ini membuat pasar lebih rentan terhadap guncangan, sehingga kegagalan satu investor atau hedge fund saja berpotensi memicu gejolak yang lebih luas.
Peringatan ini muncul setelah hedge fund berbasis AI Situational Awareness mengalami kerugian besar akibat taruhan agresif pada saham teknologi menggunakan dana pinjaman, memicu margin call dan memaksa melepas sebagian besar portofolio sahamnya. Meskipun JPMorgan sebagai prime broker terlibat, Dimon menilai pasar sejauh ini mampu menyerap kegagalan tersebut tanpa memicu krisis yang lebih luas.
Meski demikian, Dimon menegaskan kondisi saat ini belum seperti krisis keuangan global 2008, yang lebih dipengaruhi oleh kerugian dari kredit perumahan. Ia memperkirakan bank dan lembaga kliring akan meningkatkan persyaratan agunan jika volatilitas pasar kembali meningkat. Selain itu, defisit anggaran pemerintah, belanja infrastruktur, dan meningkatnya belanja pertahanan di berbagai negara berpotensi mendorong inflasi dan menjaga suku bunga jangka panjang tetap tinggi.
Bagikan
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Anjlok, BI Buka-bukaan soal Faktor Global
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 12.09
BI Pilih Jalur Ini Saat Dunia Gonjang Ganjing, Keluarkan Jurus Jitu!
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.50
Bos BI Ramal Fed Fund Rate Bakal Naik Lagi
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.14
BI Ungkap Penyebab Kurs Rupiah Kembali Melempem di Hadapan USD
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 17.15