Rupiah Hari Ini Anjlok, BI Buka-bukaan soal Faktor Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS, didorong oleh kebijakan moneter ketat Amerika Serikat dan kekhawatiran inflasi global serta outlook fiskal. Menurut Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, kondisi ini mendorong yield US Treasury 10 tahun naik hingga 5,11%, level tertinggi sejak 2007. Tekanan tambahan datang dari ketidakpastian konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak Brent kembali di atas USD 100 per barel.
Dari sisi domestik, tekanan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III dan arus keluar portofolio dari pasar pasar modal emerging markets. Bank Indonesia menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar tetap sesuai dengan fundamental ekonomi dan mekanisme pasar yang sedang berjalan.
BI juga menyatakan bahwa strategi operasi moneter yang pro-pasar terus dioptimalkan untuk mengelola struktur suku bunga pasar uang secara efektif, sebagai upaya menjaga kestabilan sistem keuangan di tengah tekanan eksternal dan internal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.10
BI Ungkap 3 Biang Kerok Nilai Tukar Rupiah Melemah
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 12.30
Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Impor Valas, Begini Strategi BI
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.50
Cadangan Devisa Indonesia Naik ke US$ 146,5 Miliar
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 12.50
Nilai Tukar Rupiah Tertekan, BI Siapkan Jurus Intervensi
Berita terkait
Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan, Investor Tunggu Keputusan BI
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 11.00
Rupiah menguat dipengaruhi membaiknya sentimen domestik
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 10.02
Rupiah menguat tipis seiring kenaikan cadangan devisa
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 16.37
Rupiah Melemah ke Rp17.862 per Dolar AS, Tertekan Kenaikan Harga Minyak
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.37