BI Pilih Jalur Ini Saat Dunia Gonjang Ganjing, Keluarkan Jurus Jitu!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia memilih jalur stabilitas di tengah ketidakpastian global yang tinggi. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan tensi perang Timur Tengah dan inflasi global yang mencapai 4,6% membuat harga komoditas meningkat. Suku bunga Fed AS naik menjadi 3,75-4,00% pada September 2026, memperkuat dolar AS dan menghambat investasi di Emerging Markets. Di dalam negeri, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 4,9-5,7% pada 2026 didorong konsumsi dan investasi, dengan neraca perdagangan positif dan cadangan devisa yang terjaga. BI meningkatkan insentif likuiditas rupiah melalui swap konvensional (premi 15-25% untuk tenor 3-12 bulan) dan DNDF (premi 25-30% untuk tenor 6-12 bulan) guna mengatasi tekanan higher for longer.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
Rupiah Dibayangi Gejolak Global, Bank Indonesia Rilis Jurus Baru Jaga Nilai Tukar
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.41
Rupiah Menguat ke Rp17.817 per Dolar AS Ditopang Keputusan BI Tahan Suku Bunga
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.35
BI Buka-bukaan Cara Perkuat Rupiah Lawan Dolar AS
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 15.30
Gubernur BI sebut inflasi IHK tetap terjaga dalam sasaran
Berita terkait
Bos BI Ramal Fed Fund Rate Bakal Naik Lagi
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.14
Destry: BI tak cukup andalkan moneter hadapi global yang kompleks
ANTARA News · 3 September 2026 pukul 17.06
Kata-kata Destry Damayanti usai Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 19.45
Gubernur BI Destry Damayanti Optimalkan Kebijakan Pro-Stability dan Pro-Growth
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 19.30