Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Bos BI Ramal Fed Fund Rate Bakal Naik Lagi

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti memperkirakan Federal Funds Rate (FFR) AS masih berpotensi naik setelah mencapai 3,75%-4% pada September 2026, didorong oleh inflasi global yang bertahan di sekitar 4% dan tekanan harga komoditas. Meski pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan melambat ke 3%, bank sentral global mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi. Kenaikan yield obligasi AS sekaligus defisit fiskal AS mendorong aliran modal kembali ke pasar berkembang, sekaligus memperkuat dolar AS (DXY) dan menambah tekanan pada mata uang negara berkembang.

Dampak kuatnya dolar AS dan ketidakpastian global menuntut penguatan respons kebijakan serta sinergi otoritas untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia dinilai cukup kuat dengan pertumbuhan yang terjaga, didukung oleh konsumsi rumah tangga yang solid dan stimulus fiskal pemerintah. Investasi pemerintah juga tumbuh baik, namun investasi swasta perlu ditingkatkan agar menjadi pendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Sektor ekspor nonmigas Indonesia menunjukkan perbaikan, namun BI menekankan pentingnya penguatan daya saing dan diversifikasi pasar ekspor untuk mengantisipasi perlambatan perdagangan global. Dengan menjaga ketahanan eksternal dan mendorong pertumbuhan domestik, Indonesia diharapkan mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait