Bos BI Ramal Fed Fund Rate Bakal Naik Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti memperkirakan Federal Funds Rate (FFR) AS masih berpotensi naik setelah mencapai 3,75%-4% pada September 2026, didorong oleh inflasi global yang bertahan di sekitar 4% dan tekanan harga komoditas. Meski pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan melambat ke 3%, bank sentral global mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi. Kenaikan yield obligasi AS sekaligus defisit fiskal AS mendorong aliran modal kembali ke pasar berkembang, sekaligus memperkuat dolar AS (DXY) dan menambah tekanan pada mata uang negara berkembang.
Dampak kuatnya dolar AS dan ketidakpastian global menuntut penguatan respons kebijakan serta sinergi otoritas untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia dinilai cukup kuat dengan pertumbuhan yang terjaga, didukung oleh konsumsi rumah tangga yang solid dan stimulus fiskal pemerintah. Investasi pemerintah juga tumbuh baik, namun investasi swasta perlu ditingkatkan agar menjadi pendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Sektor ekspor nonmigas Indonesia menunjukkan perbaikan, namun BI menekankan pentingnya penguatan daya saing dan diversifikasi pasar ekspor untuk mengantisipasi perlambatan perdagangan global. Dengan menjaga ketahanan eksternal dan mendorong pertumbuhan domestik, Indonesia diharapkan mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.35
BI Buka-bukaan Cara Perkuat Rupiah Lawan Dolar AS
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 10.26
Rupiah menguat seiring potensi BI tahan suku bunga
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 09.31
Rupiah Menguat ke Rp17.838 per Dolar AS Rabu Pagi
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 19.21
Rupiah Loyo ke Rp17.884 per Dolar AS, Suku Bunga Fed dan Kondisi Fiskal RI Disorot
Berita terkait
BI Pilih Jalur Ini Saat Dunia Gonjang Ganjing, Keluarkan Jurus Jitu!
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.50
Rupiah Ditutup Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.850
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.07
Rupiah Kehabisan Tenaga, Dolar AS Kembali Naik ke Rp17.830
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.10
Rupiah Menguat ke 17.897 per Dolar AS, Cadangan Devisa Jadi Penopang
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 18.00