BPS Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Kejar Pajak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan. Penekanan utama adalah pada kerahasiaan data masyarakat yang diberikan kepada petugas sensus. Masyarakat dapat mengikuti sensus secara mandiri melalui kuesioner online yang disediakan BPS. Sensus Ekonomi 2026 berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dan mencakup aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk kegiatan usaha yang dilakukan dari rumah. Menurut Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, SE2026 bukan ditujukan untuk mengejar pajak pelaku usaha rumahan karena batas antara tempat tinggal dan tempat usaha semakin tidak jelas. Sensus menargetkan dua kelompok utama: pelaku usaha yang biasanya punya Nomor Induk Berusaha (NIB) dan bangunan fisik yang jelas, serta keluarga untuk mendata ekonomi yang ada di dalam keluarga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 19.23
Takut Didata Berujung Pajak? BPS Jelaskan Tujuan Sensus Ekonomi 2026
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 18.00
Bos BPS Jamin Sensus Ekonomi Bukan buat Kejar Pajak
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 17.30
Bos BPS Turun Gunung Sensus Ketua MPR Ahmad Muzani
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 20.46
Rumah Dinas Didatangi Petugas Sensus Ekonomi, Ketua MPR Muzani Tekankan Pentingnya Data dan Angka
Berita terkait
Sensus Ekonomi untuk Data Pajak? BPS Bilang Begini
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 08.12
BPS Ungkap Alasan Krusial di Balik Sensus Ekonomi 2026
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 11.20
BPS Sebut Setiap 10 Tahun Masyarakat Bakal Kena Sensus Ekonomi
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 07.20
BPS Lakukan Sensus Ekonomi di Kediaman Ketua MPR Ahmad Muzani
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 18.05