Takut Didata Berujung Pajak? BPS Jelaskan Tujuan Sensus Ekonomi 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 tidak terkait dengan perpajakan. Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan data yang dikumpulkan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya untuk kebutuhan statistik. Sensus berlangsung 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, mencakup aktivitas ekonomi di rumah maupun tempat usaha. Petugas BPS dapat datang ke rumah responden, namun masyarakat juga dapat mengisi kuesioner secara mandiri melalui tautan online. Pendataan menargetkan dua kelompok: pelaku usaha dengan NIB serta keluarga yang mengadakan kegiatan ekonomi dari dalam rumah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 18.00
Bos BPS Jamin Sensus Ekonomi Bukan buat Kejar Pajak
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.56
Bos BPS Sensus Ekonomi Ketua MPR, Rumah Dinas Sah Ditempeli Stiker
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 18.19
Kepala BPS soal Tukang Becak Masuk Desil 9: Sekarang Sudah Jadi Desil 3
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 18.05
BPS Lakukan Sensus Ekonomi di Kediaman Ketua MPR Ahmad Muzani
Berita terkait
Pantau Peta Ekonomi RI, BPS Siap Data Seluruh Rumah Tangga dan Usaha
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 16.16
Bos BPS Turun Gunung Sensus Ketua MPR Ahmad Muzani
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 17.30
Top 3: Purbaya Gelontorkan Rp 7 Triliun untuk Benahi Data Desil DTSEN
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 06.30
Kemenkeu Klarifikasi Anggaran BPS Rp 7 Triliun: Bukan Cuma untuk DTSEN
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 16.56