Bukan Lagi Impor, IKM Lokal Tembus Rantai Pasok Motor Listrik Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323355/original/008038300_1786610215-1000406778.jpg)
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok kendaraan listrik roda dua. Tujuannya adalah untuk tidak hanya mengimpor produk jadi, tetapi juga memperkokoh industri komponen dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah nasional. Strategi ini dilakukan melalui pendekatan supplier development, di mana IKM dibina untuk memenuhi standar ketat sebagai pemasok resmi industri besar.
Langkah ini telah membuahkan hasil dengan dua IKM binaan, PT Kannindo Metal Industri dan PT Multikon Rekatama Industri, yang berhasil memproduksi komponen box dan bracket baterai untuk motor listrik Molinas Alva. Keberhasilan ini membuktikan potensi lokal dalam menguasai rantai pasok kendaraan listrik jika didukung penguatan teknologi, kualitas, dan akses pasar. Kemenperin memetakan standar kebutuhan produsen besar dan melakukan asesmen terhadap IKM meliputi teknologi, kualitas, dan kapasitas produksi.
Kedepannya, IKM akan terus dibina untuk menghasilkan komponen bernilai tinggi seperti battery housing dan power electronics. Melalui forum business matching, diharapkan IKM tidak hanya berpartisipasi tetapi menjadi qualified supplier yang mendapatkan pesanan berkelanjutan. Targetnya adalah agar IKM menjadi penggerak utama dalam industri kendaraan listrik dan mampu bersaing di pasar global.
Bagikan
Berita terkait
Kemenperin Soroti Potensi Bambu RI yang Belum Terserap Maksimal
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 08.27
Peluang dan Tantangan Sektor EV di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 18.49
Industri Kendaraan Listrik China Terganjal Tarif Baterai Lithium-ion
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 09.26
AEML Ungkap Tantangan Pengembangan EV di RI
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.29