Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000

Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS pada perdagangan penutup Juli 2026. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah terapresiasi 0,47% ke posisi Rp17.990/US$ pada Jumat (31/7/2026), kembali bergerak di bawah level psikologis Rp18.000. Penguatan ini membalikkan tekanan dari perdagangan sebelumnya, saat rupiah melemah 0,17% ke Rp18.075/US$.

Penguatan rupiah terjadi meskipun indeks dolar AS (DXY) berbalik naik 0,31% ke posisi 100,173 pada hari yang sama. Sebelumnya, DXY mengalami anjlok 1,01% ke level 99,864, yang merupakan salah satu penurunan intraday terbesar terhadap mata uang utama dunia. Pelemahan dolar AS dipicu oleh respons pasar terhadap data inflasi Juni dan pertumbuhan ekonomi AS, yang memengaruhi ekspektasi kebijakan The Federal Reserve setelah suku bunga dipertahankan di rentang 3,50%-3,75%.

Di dalam negeri, Gubernur sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa stabilitas rupiah dan inflasi menjadi fokus utama BI di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang dan risiko suku bunga tinggi bertahan lebih lama. BI mempertahankan BI Rate di level 5,75%, sekaligus mencermati tekanan inflasi pangan yang berada di atas 5%, melampaui target inflasi umum 2,5% plus minus 1%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait