Capai Target Emisi 2035, Indonesia Butuh Rp 8.443 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559458/original/003043200_1776576203-2.jpg)
Indonesia membutuhkan dana sekitar US$ 472 miliar atau Rp 8.443,1 triliun untuk mencapai target penurunan emisi Second Nationally Determined Contribution (Second NDC) hingga tahun 2035. Mengingat besarnya jumlah tersebut, pemerintah tidak dapat hanya mengandalkan APBN dan perlu mengoptimalkan dukungan pendanaan internasional karena manfaat penurunan emisi bersifat global.
Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) berperan mengelola dana dari berbagai sumber seperti bilateral, multilateral, filantropi, dan korporasi. BPDLH menerapkan pola blended finance yang menggabungkan dana publik dan swasta untuk membiayai berbagai sektor vital, termasuk kehutanan, energi, dan pengelolaan limbah. Saat ini, BPDLH juga mengelola pooling fund bencana sebesar Rp 8,3 triliun serta skema pembayaran berbasis hasil penurunan emisi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 12.45
BPDLH Ungkap Kebutuhan Dana NDC RI Capai Rp 8.000 T
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 22.54
Turunkan Emisi Karbon Butuh Rp 8.000 Triliun, Tak Bisa Pakai APBN
Berita terkait
Zulhas Cerita Pernah Didatangi George Soros, RI Ditawari US$50 Juta
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 08.15
RI Dibayar Dunia karena Kurangi Emisi, Kantongi US$103 Juta
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 11.05
BPDLH Kelola Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun, Ini Programnya
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 15.00
RI Butuh Rp8.450 T untuk Turunkan Emisi, BPDLH Ungkap Sumber Dananya
CNBC Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 11.45