Data BPS: 18,01 Juta Keluarga Masih Tinggal di Rumah Tak Layak Huni
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323663/original/081275900_1786629782-1000407386.jpg)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 18,01 juta rumah tangga di Indonesia masih tinggal di rumah tidak layak huni pada 2026. Angka ini turun 760 ribu rumah tangga atau sekitar 1,3% dibandingkan 2025 yang mencapai 18,77 juta keluarga (25,33%). Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut kategori ini sebagai backlog 2, yaitu keluarga yang sudah memiliki rumah namun bangunannya tidak memenuhi syarat layak huni. Dari 38 provinsi, 37 di antaranya mengalami penurunan backlog 2, menunjukkan perbaikan kondisi secara umum.
Selain backlog 2, BPS juga merilis data backlog 1 yakni keluarga yang belum memiliki rumah sama sekali. Pada 2026, terdapat 9,29 juta rumah tangga belum memiliki hunian sendiri, turun 350 ribu dari 2025 yang berjumlah 9,64 juta. Persentase backlog 1 nasional turun dari 13% di Maret 2025 menjadi 12,39% di Maret 2026. Secara keseluruhan, akses rumah layak huni naik dari 68,4% (2025) menjadi 70,3% (2026), artinya 70 dari 100 rumah tangga sudah menempati rumah layak.
Rumah layak huni ditentukan empat komponen: ketahanan bangunan, kecukupan luas lantai per kapita, akses air minum layak, dan akses sanitasi layak. Data tersebut dikumpulkan melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.16
Mendagri Dorong Pemanfaatan Data BPS untuk Tekan Backlog Perumahan
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.26
Pekerja Swasta Bergaji Rp4 Juta-Rp6 Juta Terbanyak Ambil KPR FLPP
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 22.12
Mendagri Dorong Pemanfaatan Data BPS untuk Tekan Backlog Perumahan
Berita terkait
Prabowo: Bedah Rumah 83 Ribu Unit Masih Kurang, Harus Ditambah
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.27
Tito Minta Pemda Siapkan Anggaran Buat Atasi Masalah Perumahan
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 09.14
Kata-Kata Kepala BPS Sorot Harga Daging Sapi Ngamuk-Ada yang Rp200.000
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 13.25
BPS Buka Data Kemiskinan di Kaltim yang Dipimpin Rudy Mas'ud
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 11.39