Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Data BPS: 18,01 Juta Keluarga Masih Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 18,01 juta rumah tangga di Indonesia masih tinggal di rumah tidak layak huni pada 2026. Angka ini turun 760 ribu rumah tangga atau sekitar 1,3% dibandingkan 2025 yang mencapai 18,77 juta keluarga (25,33%). Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut kategori ini sebagai backlog 2, yaitu keluarga yang sudah memiliki rumah namun bangunannya tidak memenuhi syarat layak huni. Dari 38 provinsi, 37 di antaranya mengalami penurunan backlog 2, menunjukkan perbaikan kondisi secara umum.

Selain backlog 2, BPS juga merilis data backlog 1 yakni keluarga yang belum memiliki rumah sama sekali. Pada 2026, terdapat 9,29 juta rumah tangga belum memiliki hunian sendiri, turun 350 ribu dari 2025 yang berjumlah 9,64 juta. Persentase backlog 1 nasional turun dari 13% di Maret 2025 menjadi 12,39% di Maret 2026. Secara keseluruhan, akses rumah layak huni naik dari 68,4% (2025) menjadi 70,3% (2026), artinya 70 dari 100 rumah tangga sudah menempati rumah layak.

Rumah layak huni ditentukan empat komponen: ketahanan bangunan, kecukupan luas lantai per kapita, akses air minum layak, dan akses sanitasi layak. Data tersebut dikumpulkan melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Diberitakan juga oleh


Berita terkait