Prabowo: Bedah Rumah 83 Ribu Unit Masih Kurang, Harus Ditambah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3569402/original/019849300_1631496238-IMG-20210913-WA0003.jpg)
Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) telah menyelesaikan 83.907 unit rumah hingga Juni 2026, sementara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui FLPP mencapai 90.878 debitur. Meski angka ini mewakili pencapaian, Prabowo menekankan masih kurang dari sasaran. BPS mencatat 18,01 juta rumah tangga tingal di rumah tidak layak huni pada 2026, penurunan 1,3% dari 2025. Dari total 70,3% rumah tangga yang sudah memiliki akses rumah layak huni, 24,03% berada di rumah milik tetapi tidak layak. Backlog perumahan kategori 1 (belum punya rumah) turun menjadi 9,29 juta rumah tangga, penurunan 350 ribu keluarga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.16
Mendagri Dorong Pemanfaatan Data BPS untuk Tekan Backlog Perumahan
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.26
Pekerja Swasta Bergaji Rp4 Juta-Rp6 Juta Terbanyak Ambil KPR FLPP
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 22.12
Mendagri Dorong Pemanfaatan Data BPS untuk Tekan Backlog Perumahan
Berita terkait
Data BPS: 18,01 Juta Keluarga Masih Tinggal di Rumah Tak Layak Huni
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 22.00
Tito Minta Pemda Siapkan Anggaran Buat Atasi Masalah Perumahan
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 09.14
Di 3 Provinsi Ini Masih Banyak Warga Belum Punya Rumah Layak Huni
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 13.30
BNI Antar Impian Nasabah Punya Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 10.30