Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Demokrat Soal Pidato Peringatan bagi Penguasa dari AHY: Sejarah Sudah Membuktikan...

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kembali bahwa kekuasaan politik bukan milik seseorang yang bersifat permanen, melainkan amanah rakyat yang memiliki batas waktu. Pernyataan ini disampaikan sebagai pengingat bagi para kader dan pemegang kekuasaan agar tidak menganggap jabatan sebagai kepemilikan pribadi. AHY menekankan pentingnya menjaga hak rakyat untuk memilih dan mencalonkan diri, sekaligus menjaga demokrasi agar tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dede Yusuf menjelaskan bahwa pesan AHY merupakan prinsip dasar demokrasi, yang juga tercermin dalam sejarah perjalanan pemerintahan di berbagai negara. Menurutnya, tidak ada kekuasaan politik yang akan bertahan selamanya karena adanya mekanisme periodisasi. Dede menekankan bahwa sistem demokrasi di Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah, telah mengatur pergantian kepemimpinan setiap lima tahun. Pesan ini ditujukan agar para kader Demokrat yang menduduki posisi di pemerintahan atau lembaga politik tetap bertindak sesuai amanah yang diberikan rakyat.

Pesan AHY dan Dede menjadi relevan mengingat banyaknya kader Demokrat yang saat ini terlibat dalam pemerintahan. Mereka menegaskan bahwa keberadaan seseorang dalam kekuasaan harus dipandang sebagai kesempatan untuk melayani rakyat, bukan sebagai hak pribadi. Dengan demikian, demokrasi Indonesia dapat terus terjaga dan berkembang sesuai prinsipnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait