Desakan Anker: Pintu Impor KRL Bekas Jepang Kembali Dibuka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9360169/original/002852600_1790593643-WhatsApp_Image_2026-09-28_at_16.07.46.jpeg)
Pemerintah membuka kembali pintu impor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang sebagai solusi transisi untuk mengatasi kepadatan penumpang dan keterbatasan kapasitas produksi dalam negeri. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, satu gerbong KRL Jabodetabek pernah diisi hingga 480 orang, jauh melampaui kapasitas ideal sebesar 360 orang. Komisi VI DPR menyetujui opsi impor sembari menunggu produksi lokal dari PT INKA dan CRRC Sifang (Tiongkok) optimal. KAI mengusulkan impor 23 rangkaian KRL bekas, terdiri dari 7 rangkaian 12 gerbong (SF-12) dan 16 rangkaian 8 gerbong (SF-8), dengan proses pengadaan hanya memakan waktu 1 hingga 2 bulan. Armada ini diproyeksikan beroperasi hingga 10 tahun mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 16.46
KAI Impor KRL Bekas dari Jepang, Begini Syarat yang Harus Dipenuhi
Detik.com · 29 September 2026 pukul 07.00
Terjadi Lagi Problematika Kereta INKA
Detik.com · 27 September 2026 pukul 17.30
Sempat Ditolak, Rencana Impor KRL Bekas Jepang Jalan Lagi
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 16.27
KRL KAI Berusia 40 Tahun, 23 Kereta Bekas dari Jepang Disiapkan
Berita terkait
Desakan Angker: Pintu Impor KRL Bekas Jepang Kembali Dibuka
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 08.41
Dilema Anker: Lebih Takut Telat Kerja Dibanding Berdesakan di KRL
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 18.45
MTI Setuju Impor KRL Bekas Jepang, Tapi Keselamatan Jadi Syarat Utama
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 11.23
Heboh Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Mau Diboyong RI, KCI Buka Suara
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 19.30