Rupiah Bergerak Melemah di Pembukaan Senin, Awas Bisa Berlanjut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah 0,14 persen atau 25 poin menjadi Rp17.783 per USD pada pembukaan Senin (21/9) dibanding penutupan Rp17.758. Analis Lukman Leong menyatakan pelemahan dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi AS pasca kenaikan suku bunga Fed ke kisaran 3,75-4,00 persen pada 16 September. Proyeksi Fed naik ke 4-4,25 persen akhir 2026 menambah tekanan pada BI menjelang RDG Rabu (23/9). Oblasi 10 tahun US tetap di 5 persen, obligasi 2 tahun naik 4,756 persen tertinggi 2024.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 11.58
Rupiah Melemah ke 17.783 per Dolar AS, Begini Prediksi Hari Ini
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 09.51
Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi AS
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.06
Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.00
BI Perkuat Strategi Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Konflik Timur Tengah
Berita terkait
Pasar Berekspektasi Terhadap The Fed, Rupiah Jadi Kurang Perhatian
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 11.42
Rupiah Berisiko Melemah Hari Ini, Tertekan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan Moneter Global
JawaPos · 18 September 2026 pukul 07.45
Pergerakan rupiah Kamis dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter AS
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 11.12
Rupiah Melemah ke Rp17.694 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.20