Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Direktur ICI Sebut Data DTSEN Terus Diperbarui, Bukan Dipangkas

Direktur Indonesia Corner Institute (ICI), Dody U Tomagola, membantah klaim bahwa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menyebabkan alokasi bantuan sosial (bansos) berkurang. Menurutnya, yang terjadi bukan pengurangan anggaran, melainkan pertukaran penerima dari kelompok yang tidak lagi layak ke kelompok yang belum pernah menerima. Pada April 2026, sekitar 11 ribu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako dicoret karena sudah masuk desil 5 ke atas, sementara sekitar 25 ribu keluarga baru ditambahkan karena terverifikasi di desil 1 hingga 4. Sejak DTSEN diterapkan, lebih dari dua juta penerima bansos yang tidak layak telah diganti dengan keluarga yang lebih membutuhkan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa data penerima bansos bersifat dinamis, dengan sebagian penerima sebelumnya tidak lagi menerima, dan sebagian baru mulai menerima. Ia membantah hoaks soal pengalihan dana bansos ke pos anggaran lain dan menegaskan bahwa kebijakan efisiensi hanya menyasar biaya operasional, bukan bantuan langsung ke warga.

Dody juga menjelaskan bahwa desil DTSEN bukan penetapan tetap dan dapat diperbarui jika kondisi di lapangan berubah. Pemutakhiran data dilakukan secara dua arah melalui sistem pusat dan laporan warga, RT/RW, hingga pendamping PKH. Ia juga membetalkan kesalahpahaman terkait Program Indonesia Pintar (PIP) Kuliah, yang sebenarnya memiliki empat jalur penerima, bukan hanya berdasarkan desil DTSEN. Badan Pusat Statistik (BPS) hanya menyusun DTSEN dan menyerahkan hasilnya kepada kementerian pengguna.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait